Selasa , Desember 10 2019
Berita Terbaru
Home / Bawaslu Jateng / Ratusan Warga Pindah Memilih, KPPS Diminta Cermat

Ratusan Warga Pindah Memilih, KPPS Diminta Cermat

REMBANG – Sebanyak 710 warga Kabupaten Rembang pindah memilih pada Pemilu 2019. Ratusan warga itu masuk dalam daftar pemilih tambahan (DPTb) setelah mengurus surat pindah ke panitia pemungutan suara (PPS) maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rembang.

Jumlah 710 pemilih itu terdiri dari 557 pemilih yang masuk ke TPS-TPS yang ada , sedangkan 153 pemilih yang keluar dari TPS semula. Jumlah pemilih pindahan itu tersebar di 13 kecamatan.

“Pemilih dari luar daerah yang banyak akan menggunakan hak pilihnya di Rembang ada di Kecamatan Sarang. Ada ratusan santri pondok pesantren di Kecamatan Sarang dari luar daerah yang akan menggunakan hak pilihnya di Rembang,” kata Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Rembang, Maftuhin di Rembang, Senin (18/2).

Jumlah itu masih memungkinkan bertambah, karena batas akhir pengurusan pindah memilih (form A5) adalah 30 hari sebelum pelaksanaan pemungutan suara.

Dikatakan Maftuhin, banyaknya warga yang pindah memilih perlu diantisipasi oleh jajaran KPU Rembang, terutama perangkat Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS). Sebab, perlakuan pemilih tersebut berbeda dengan pemilih yang tidak berasal dari pindahan.

Ia mencontohkan, pemilih pindahan yang berasal dari Jambi, maka hanya akan mendapatkan surat suara pemilihan calon presiden dan wakil presiden. Pemilih yang berasal dari Pati hanya mendapatkan surat suara Pemilihan Presiden dan wakil presiden, calon DPR RI, calon DPD, dan calon DPRD Jateng. Pemilih asal Kecamatan Rembang yang hendak menggunakan hak pilihnya di kecamatan Sarang maka hanya akan mendapatkan suarat suara Calon Presiden, calon DPR RI, calon DPD, dan calon DPRD Jateng.

Maftuhin menegaskan, pembagian surat suara itu ditentukan berdasarkan pertimbangan daerah pemilihan. “Jadi tidak asal memberikan surat suara, tapi perlu dilihat dulu asal daerahnya,” ucapnya.

Dengan sistem seperti itu, butuh kecermatan dari KPPS yang ada. Ketika ada pemilih pindahan hendak menggunakan hak pilihnya di TPS, perlu dilihat dulu asal daerahnya, karena menentukan pemberian surat suara yang akan diberikan.

Oleh karena itu, KPU Rembang diminta memberikan pelatihan secara intens kepada semua KPPS agar mereka mendapatkan pemahaman yang utuh. “Sebab, bila KPPS salah memberikan surat suara, dampaknya bisa pemungutan surat suara (PSU) ulang. Jadi perlu diantisipasti jauh-jauh hari,” pungkas Maftuhin. (*)

About Humas Bawaslu

Check Also

Bawaslu Sukoharjo Mulai Petakan IKP Pilkada 2020

Sukoharjo- Menjelang Pemilihan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sukoharjo, Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *