Kamis , Juni 20 2019
Berita Terbaru
Home / Bawaslu Jateng / Sejumlah Pengawas Pemilu di Kendal Alami Musibah

Sejumlah Pengawas Pemilu di Kendal Alami Musibah

 

 

 

KENDAL, Bawaslu – Kecelakaan, kekerasan dan kematian telah menimpa jajaran pengawas pemilu di Indonesia sepanjang proses Pemilu 2019. Tidak terkecuali juga terjadi di Kendal, Jateng. Banyak juga pengawas pemilu di Kendal mengalami musibah tatkala menjalankan tugas mengawasi pemilu, dari kelelahan, luka ringan sampai rawat inap di rumah sakit.

“Data sementara yang masuk ke kami ada delapan orang pengawas di Kendal mengalami musibah. Enam orang pengawas kami harus menjalani perawatan medis melalui opnam di sejumlah rumah sakit,” kata Ketua Bawaslu Kendal, Odilia Amy Wardayani.

Odilia menerangkan enam orang yang opnam di rumah sakit itu disebabkan kelelahan dan penyakit lain. “Ada yang kelelahan karena tugas pengawasan memang tidak kenal waktu. Kemudian ada yang terkena stroke, jantung lemah, tipus dan bronchitis,” lanjut Odilia yang juga Koordinator Divisi SDM dan Organisasi Bawaslu Kendal ini.

Tidak cukup itu saja, bahkan dari data yang dimiliki Bawaslu Kendal, terdapat pengawasnya yang terkena penyakit demam berdarah setelah mengawasi kampanye. Pasalnya yang diawasi adalah kampanye bentuk lain dalam bentuk pengasapan (fogging) daerah yang rentan nyamuk deman berdarah. “Malah pengawas kami jadi korban gigitan nyamuk yang di-fogging itu,” terang Odilia.

Belum ditambah pula pengawas yang mengalami kekerasan. Dari data yang diungkap Panwaslu Ngampel, bahwa Nurul Huda, Pengawas TPS 06 Rejosari, Ngampel, telah mengalami kekerasan saat menjalankan tugas mengawasi masa pemungutan dan penghitungan suara 17 April lalu. Nurul Huda dicekik, dipukuli, dan diseret oleh tokoh agama setempat berinisial AS.

“Bahkan Nurul Huda ini diancam akan dibunuh. Dia dianiaya AS. Namun, kini sudah ada upaya damai yang disaksikan kepala desa, perangkat desa, babinsa dan kepolisian setempat. Sehingga masalah dianggap selesai. Nurul Huda sangat berjiwa pemaaf. Dia tidak melapor resmi ke polisi sebagai tindak pidana,” terang Anggota Panwaslu Ngampel, Muhkson.

Kontributor : Humas Bawaslu Kab. Kendal

About humas bawaslu

Check Also

Persiapan PHPU di MK, Bawaslu Supervisi ke Jateng

Ketua Bawaslu Abhan (kiri) saat mendatangi kantor Bawaslu Provinsi Jawa Tengah (Jateng) didampingi Ketua Bawaslu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *