Kamis , Juni 20 2019
Berita Terbaru
Home / Bawaslu Jateng / Membumikan Desa Bawaslu

Membumikan Desa Bawaslu

 

Oleh: Gunawan Trihantoro (Staf Organisasi dan SDM Bawaslu Kabupaten Karanganyar)

Desa/kelurahan adalah basis perpolitikan nasional. Darinya dapat ditentukan masa depan bangsa. Sehingga penguatan tentang pendidikan politik di desa/kelurahan menjadi niscaya untuk dilakukan dan diwujudkan. Terlebih oleh penyelenggara pemilu seperti Bawaslu.

Tentunya atas kerjasama yang baik dengan melibatkan pengambil kebijakan di desa/kelurahan (kades/lurah) dan perangkat desa/kelurahan lainnya (kadus, RT, dan RW) serta tokoh masyarakat/keagamaan setempat. Lahirnya Desa Bawaslu dalam rangka untuk melakukan penguatan pendidikan politik di desa dengan semangat kebersamaan untuk bersama-sama komponen masyarakat memastikan pelaksanaan pemilu berjalan lancar, damai, serta menjadi media untuk mengurai pelanggaran-pelanggaran pemilu yang sering terjadi dalam setiap pelaksanaannya.

Pembentukan Desa Bawaslu setidaknya memiliki lima tujuan; pertama, meningkatkan partisipasi pemilih pada pemilu 2019 dan menuju pemilu 2024. Kedua, meminimalisir angka pelanggaran pemilu (pelanggaran administrasi, pelanggaran pidana, dan pelanggaran perundang-undangan lainnya). Ketiga, membangun kesadaran masyarakat pentingnya menjadi pemilih yang baik dan cerdas dalam menggunakan hak pilihnya.

Keempat, memiliki kesadaran untuk menjadi pioneer demokrasi dan menularkan kepada warga masyarakat lainnya (luar desa).  Kelima, Desa Bawaslu menjadi percontohan bagi desa-desa/kelurahan lainnya di Kabupaten/kota dan secara nasional.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) adalah lembaga permanen yang memiliki tugas dan fungsi melakukan pengawasan setiap tahapan Pemilu. Bawaslu juga melakukan penindakan apabila ditemukan atau ada laporan dari masyarakat yang memiliki hak pilih berkaitan dengan pelanggaran Pemilu.

Bawaslu Kabupaten Karanganyar mempunyai tanggung jawab sebagai pengawas Pemilu. Bawaslu Karanganyar juga berperan aktif untuk meminimalisir pelanggaran pemilu yang dilakukan para peserta Pemilu. Salah satu langkah untuk mencegah terjadinya pelanggaran dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Kita berdayakan Desa Bawaslu untuk mengawasi dan ikut berpartisipasi agar pelaksanaan Pemilu mendatang berlangsung secara demokratis, bersih dan bermartabat.

Bawaslu secara kelembagaan dan khususnya Bawaslu Kabupaten Karanganyar terus bersinergi dengan pemerintahan daerah, TNI, dan Polri serta lembaga lainnya untuk bersama-sama mensukseskan pelaksanaan pemilu.

Desa Karanglo sebagai pilot project Desa Bawaslu Kecamatan Tawangmangu merupakan salah satu ikon dan destinasi wisata Kabupaten Karanganyar. Desa Karanglo sudah membuktikan dirinya dan menjadi percontohan baik di Kabupaten Karanganyar dan nasional dengan membentuk “Kampung Matematika”.

Pada 2018, Karanglo kembali menorehkan prestasinya di kancah nasional dengan memperoleh juara II pengembangan dan pemberdayaan UMKM. Secara pendidikan, Desa Karanglo banyak menghasilkan guru-guru dan masyarakatnya hampir sebagian besar dari kalangan terpelajar. Secara sosial budaya, hubungan sesama warga dan saling menghargai tercipta dengan baik.

Komitmen masyarakat Desa Karanglo, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar untuk menyelenggarakan demokrasi yang bersih dan bermartabat bukan hanya impian belaka.

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Karanganyar menjadikan desa di lereng Gunung Lawu tersebut sebagai pilot project Desa Bawaslu di Bumi Intanpari. Desa tersebut dinilai dengan partisipasi memilih mencapai 80 persen dalam pemilu tahun lalu. Itu yang mendasari kita memilih desa tersebut sebagai Desa Bawaslu.

Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Fajar Saka, datang memberikan sambutan dalam acara Launching Desa Bawaslu di Aula Balai Desa Karanglo, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar Senin (04 Pebruari 2019). “Ini satu-satunya desa di Jawa Tengah untuk dijadikan pilot project penyelenggaran pemilu yang bersih dan bermartabat. Artinya Desa Karanglo, Kecamatan Tawangmangu ini mempunyai kesadaran berdemokrasi cukup baik,” kata Fajar.

Dalam pandangan penulis, hal ini tentu akan menjadi modal yang luar biasa untuk menjadikan pemilu yang demokratis dan bermartabat. Kita bisa melihat semangat masyarakat untuk ikut membuat pemilu menjadi baik dengan menolak praktek-praktek pemilu yang menyimpang. Seperti penyebaran hoaks, politik uang, politik SARA, ujaran kebencian, radikalisme dan lain sebagainya. Sebab perilaku menyimpang akan merusak kualitas dari pemilu itu sendiri.

Selain itu, pencanangan Desa Bawaslu ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mensukseskan pemilu yang demokratis dan bermartabat. Masyarakat mengantarkan suksesnya pemilu dengan datang ke TPS pada hari pencoblosan dan tidak ada praktek-praktek pemilu yang menyimpang.

Dengan telah di launchingnya Desa Bawaslu, diharapkan dapat semakin menumbuhkan kolaborasi masyarakat dan Bawaslu Karanganyar guna menyukseskan pemilu 2019 dan menuju pemilu 2024.

Bawaslu Kabupaten Karanganyar berkesimpulan untuk bekerjasama dengan Desa Karanglo dan bersama-sama mensukseskan Pilot Project Desa Bawaslu dengan membumikan Desa Bawaslu secara terstruktur, masif, dan sistematis. Itu semua dalam rangka meningkatkan kualitas demokrasi Indonesia menjadi lebih baik.

 

About humas bawaslu

Check Also

Persiapan PHPU di MK, Bawaslu Supervisi ke Jateng

Ketua Bawaslu Abhan (kiri) saat mendatangi kantor Bawaslu Provinsi Jawa Tengah (Jateng) didampingi Ketua Bawaslu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *