Transformasi Magang Mahasiswa di Bawaslu Jateng Berbasis Program P2P
|
Semarang — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah mencatat bahwa setidaknya terdapat 4.517 kader yang telah mengikuti program Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P). Para kader tersebut tersebar di 35 kabupaten/kota dan kemudian membentuk berbagai komunitas yang kini menjadi mitra strategis Bawaslu Kabupaten/Kota dalam mengembangkan pengawasan partisipatif.
Kader-kader yang telah dididik tersebut telah berada berkembang mencapai level aktif dan fungsional. Namun demikian, saat ini Bawaslu Provinsi Jawa Tengah menghadapi tantangan besar, dimana kebijakan efisiensi meniadakan alokasi anggaran untuk menjaga keberlanjutan program (P2P). Oleh karena itu, Bawaslu Provinsi Jawa Tengah melakukan inovasi dengan mendesain ulang tata kelola program magang mahasiswa di lingkungan Sekretariat Bawaslu Provinsi Jawa Tengah.
Sebelumya, program magang mahasiswa cenderung menempatkan peserta hanya pada tugas-tugas administratif. Melalui desain ulang ini, Bawaslu Provinsi Jawa Tengah mentransformasikan program ini menjadi salah satu bentuk lain dari P2P. Peserta magang tidak hanya diperkenalkan pada dengan berbagai jenis kegiatan di dunia kerja, tetapi juga dibekali dengan pendidikan dan praktik sebagai pengawas partisipatif.
Berdasarkan data dari Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, saat ini ada 81 peserta magang berasal dari 29 sekolah dan perguruan tinggi yang tersebar di 14 kantor Bawaslu Provinsi serta Bawaslu Kabupaten/Kota. Di Bawaslu Provinsi Jawa Tengah sendiri, saat ini terdapat 26 peserta magang yang berasal dari Universitas Diponegoro, Universitas Tujuh Belas Agustus 1945 Semarang, Universitas Tidar Magelang, UIN Walisongo Semarang, Universitas Katolik Soegijapranata, dan Universitas Negeri Semarang.
Bawaslu Provinsi Jawa Tengah menilai transformasi program magang ini memiliki beberapa manfaat strategis. Pertama, siswa dan mahasiswa peserta magang merupakan calon pemilih pada Pemilu 2029 mendatang. Melalui program ini, Bawaslu Provinsi Jawa Tengah berharap akan lahir alumni-alumni baru pengawas partisipatif di level pemilih pemula. Kedua, meskipun tanpa dukungan anggaran khusus, program P2P berbentuk magang ini tetap bisa dijalankan di zero cost. Magang menjadi bentuk ideal pada kondisi saat ini.Di satu sisi, ada kebutuhan sekolah dan perguruan tinggi untuk memberikan wadah pengalaman kerja bagi murid-murid. Di sisi lain, Bawaslu membutuhkan peserta untuk melanjutkan program P2P tanpa proses rekrutmen berbiaya tinggi. Inilah yang menjadi modal utama dari transformasi program magang ini, dimana ada antusiasme tinggi dan partisipasi aktif dari sekolah dan perguruan tinggi untuk mengirimkan siswa maupun mahasiswa untuk melaksanakan magang di Bawaslu. Adanya perjanjian kerjasama dengan beberapa institusi pendidikan juga memberikan jaminan tambahan bahwa program P2P ini dapat dilakukan secara kontinyu sepanjang tahun, mengingat pihak institusi akan memberikan supply peserta magang secara berkala.
Transformasi magang di Bawaslu ini mulai dilaksanakan sejak pekan kedua Januari 2026 melalui proses konsolidasi dan pengarahan kepada Bawaslu Kabupaten/Kota yang menerima peserta magang. Selain memberikan praktik kerja administrasi perkantoran, Bawaslu di Jawa Tengah juga menyelenggarakan pelatihan dengan kurikulum pembelajaran berbasis Modul Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2025 yang disusun oleh Bawaslu RI.
Inovasi ini diyakini Bawaslu Provinsi Jawa Tengah dapat menjadi model strategi yang tepat dalam menghadapi keterbatasan anggaran serta meningkatnya sinisme dan skeptisisme publik. Pola integrasi, sinergi, dan kolaborasi antarprogram, baik dalam satu divisi maupun lintas divisi, menjadi solusi yang diupayakan. Pada masa non-tahapan Pemilu ini, Bawaslu konsisten untuk menanam dan menyemai bibit-bibit pengawasan partisipatif melalu berbagai program seperti konsolidasi demokrasi,P2P, dan lain sebagainya. Diharapkan, Pemilu berikutnya akan muncul pengawas-pengawas partisipatif aktif yang ikut mengawasi bersama Bawaslu dari Sabang hingga Merauke.
Humas Bawaslu Jateng