Minggu , Oktober 20 2019
Berita Terbaru
Home / Profil Pimpinan Bawaslu Jateng

Profil Pimpinan Bawaslu Jateng

Nama : Fajar Subkhi A.K. Arif, SH., MH.,
Tempat,tanggal lahir : Lampung, 15 Juli 1974
Jabatan : Ketua sekaligus Koordinator Divisi Hukum dan Data Informasi
Email : fajarsaka74@gmail.com

Orang lebih mengenal namanya Fajar SAKA. SAKA merupakan kepanjangan dari Fajar Subkhi Abdul Kadir Arif. Sebelum di Bawaslu Jawa Tengah, ia juga pernah menjadi Ketua dan anggota KPUD Jawa Tengah periode 2008-2013. Fajar dikenal sebagai sosok yang tak jauh-jauh dari dunia hukum. Maklum, ia adalah lulusan S1 dan S2 Fakultas Hukum Undip. Ia juga pernah menjadi dosen tamu di Fakultas Hukum Unisbank Semarang.

Ditambah lagi, saat tidak menjadi penyelenggara pemilu, ia berprofesi sebagai advokat. Sudah mendampingi berbagai klien di dunia peradilan. Tak hanya pidana biasa, tapi ia juga sudah malang melintang menjadi advokat berbagai perkara. Soal perkara kepemiluan, ia sudah wira-wiri menjadi advokat perkara perselisihan hasil pemilu yang disidangkan di Mahkamah Konstitusi.

Pengalaman di dunia hukum membuat ia diamanahi sebagai koordinator divisi hukum, informasi dan data. Ia mengakui, hukum pemilu di Indonesia selalu dinamis jika dibandingkan dari pemilu ke pemilu. Bahkan, pengaturan pelaksanaan pemilu juga bisa berubah sewaktu-waktu. Akibatnya, penyelenggara pemilu harus terus menerus aktif mengupdate pemahaman dan pengetahuannya. “Jika tidak terus mengikuti perkembangan informasi, penyelenggara pemilu bisa kebingungan,” kata Fajar.

***

Nama : SRI SUMANTA, SH
Tempat,tanggal lahir :  Klaten, 17 Mei 1973
Jabatan : Koordinator Divisi  Sumber Daya Manusia
Email :

Pak Manta, begitu ia biasa dipanggil adalah Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia. Berlatar belakang  pendidikan di bidang hukum dan seorang advokat membuatnya yakin bisa berkontribusi lebih besar dalam dunia kepemiluan. Ayah dari tiga anak ini memiliki hobi olahraga bulutangkis. Rutinitas kantor yang begitu padat dapat diatasi dengan tubuh yang selalu fit berkat kegemaran berolahragannya.

Pria asal Solo ini menyatakan banyak sekali pengalaman yang didapatkan selama mengawal proses kepemiluan. “Selain pressure dan terkadang banyak intimadasi yang datang, keuntungan yang saya dapatkan adalah semakin banyak teman dan keluarga” kata Sri Manta.

Bagi Manta, Bawaslu Jawa Tengah merupakan rumah kedua. Sebab, sehari-hari ia harus berkantor di Kantor Bawaslu Jawa Tengah. Sementara istri dan anaknya masih berdomisili di Surakarta.

Ia berharap masyarakat lebih terlibat secara aktif untuk mengawasi dan mengawal proses pemilihan. “Saya berharap untuk ke depan kepedulian dan partisipasi masyarakat semakin meningkat, Bawaslu juga dapat lebih eksis di mata masyarakat,” kata dia. Kesuksesan proses penyelenggaraan pemilu bukan hanya karena peran Bawaslu semata tetapi keaktifan masyarakat juga sangat dibutuhkan. “Oleh karena itu, sinergi Bawaslu untuk dapat menampung aspirasi masyarakat sangat perlu untuk terus ditingkatkan,” katanya.

***

Nama : Dr. SRI WAHYU ANANINGSIH, SH., M.Hum.
Tempat,tanggal lahir : Semarang, 7 Mei 1970
Jabatan : Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran
Email :

Sri Wahyu Ananingsih atau yang lebih familiar dengan panggilan Anna ini lahir dan besar di Kota Semarang. Pendidikan S-1 diselesaikan di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (Undip). Adapun pendidikan S-2 dan S-3 ditempuh di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM).

Perempuan yang suka masakan seafood terutama kepiting ini tertarik dengan dunia kepengawasan karena dinamika di dalamnya sangat menantang. “Dinamika itu yang pasti tidak bisa saya rasakan ketika saya berada di lingkungan kampus,” kata Anna. Sebagai akademisi, dia dituntut tidak hanya menguasai teori namun juga praktik di lapangan. “Praktik itu saya bisa temukan selama menjadi pengawas pemilu,” katanya. Meski demikian tidak dipungkiri jika kesibukan di lembaga ini banyak menyita waktunya untuk bersama dengan keluarga.

Anna pernah berhasil masuk 10 (sepuluh) besar pada seleksi Bawaslu RI peridoe 2017-2022. Namun saat proses Fit n Proper Test di Komisi II DPR RI, Anna belum lolos. Selanjutnya ibu dua anak laki-laki ini mengikuti seleksi Bawaslu Provinsi periode 2017-2022 dan berhasil lolos. Atas dasar pengalamannya sebagai pengawas pada periode yang lalu itu pula, dia dipercaya untuk menggawangi Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Provinsi Jawa Tengah dan menjadi wakil koordinator divisi penyelesaian sengketa.

Divisi Penindakan merupakan divisi yang mengurusi masalah penanganan pelanggaran yang berasal dari laporan masyarakat dan juga temuan Bawaslu. Penanganan pelanggaran itu sendiri meliputi penanganan pelanggaran administratif dan penanganan pelanggaran pidana pemilu. Masing-masing memiliki prosedur dan output penanganan yang berbeda dan Pengawas harus bisa membedakan keduanya.

Saat disinggung soal apa yang harus dimiliki oleh seorang pengawas pemilu? ia mengatakan bahwa pengawas harus memiliki sikap profesional, berintegritas, netral, jujur dan adil. Selain itu pengawas juga harus memiliki keberanian, jiwa pengabdian dan pengorbanan. Tanpa itu semua, mustahil seorang pengawas bisa menjalankan tupoksinya dengan baik.

***

Nama : HERU CAHYONO, S.Sos., MA
Tempat,tanggal lahir : Blitar, 1 Agustus 1970
Jabatan : Koordinator Divisi  Penyelesaian Sengketa
Email : heru.desrag@gmail.com

Dalam profilenya, Heru mengenyam berbagai pendidikan, yaitu: S1 Sekolah Tinggi Ilmu Politik Yogjakarta lulus 1997 dan Master of Art in Asean Religions Studies Sekolah Tinggi Teologi Ekklesia Jakarta 2001. Heru juga tercatat pernah menjadi wartawan di Tabloid JI Jakarta 1998-2000 dan reporter di TA TV Solo 2004-2006.

Aktivitas Heru sebagai pengawas pemilu sudah dijalani sejak lama. Saat Sragen menggelar pilkada 2006, Heru sudah menjadi Panitia Pengawas tingkat kabupaten. Setelah itu, berbagai momentum pemilu selalu ada Heru di Panitia Pengawas Pemilu. Kini, Heru menjadi anggota Bawaslu Jawa Tengah.

Heru mengakui menjadi Panitia Pengawas tingkat kabupaten dengan provinsi ada persamaan dan ada perbedaan. Di kabupaten, kinerja pengawasan banyak yang teknis. Di daerah bertemu langsung dengan pemilih maupun peserta pemilu. Sedangkan di provinsi, penyesuaiannya adalah harus memahami tataran strategis. “Sering berkutat pada kebijakan,” kata Heru.

Kini, Heru menjadi Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Provinsi Jawa Tengah. Menurutnya, penyelesaian sengketa menjadi divisi yang sangat penting karena ada proses untuk penanganan hak seseorang.

***

Nama : MUHAMMAD ROFIUDDIN
Tempat,tanggal lahir : Blora, 5 Mei 1982
Jabatan : Koordinator Divisi Humas dan Hubungan Antar Lembaga
Email : rofiuddin1982@gmail.com

Di antara tujuh anggota Bawaslu Jawa Tengah, Rofiuddin merupakan anggota yang paling muda. Rofiuddin pernah dua kali menjadi tim seleksi Panwaslu kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Sebelum menjadi anggota Bawaslu, pria yang kini tinggal di Semarang itu terlibat dalam berbagai aktivitas organisasi maupun kelembagaan. Misalnya pernah menjadi anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Tengah 2017-2018, Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Semarang 2013-2016, Koordinator Komite Pemberantasan dan Penyelidikan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KP2KKN) Jawa Tengah 2016-2017.

Karir yang cukup lama ia lakoni adalah menjadi jurnalis di Semarang. Selama 12 tahun (2005-2017) ia bekerja untuk Tempo (Majalah Tempo, Koran Tempo, Tempo.co). Ia juga pernah menjadi dosen tamu jurusan ilmu komunikasi di beberapa universitas. Di antaranya: Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Undip Semarang (2011-2017), Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Soegijopranoto Semarang (2017), Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Pandanaran Semarang (2013) dan Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (2017).

Pengalaman sebagai jurnalis dan dosen ilmu komunikas itulah yang membuat ia diberi tugas sebagai Koordinator Divisi Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Jawa Tengah. Ia berobsesi berbagai media di Bawaslu Jawa Tengah, terutama website dan media sosialnya, bisa hidup sehingga menjadi pusat informasi pengawasan kepemiluan di Jawa Tengah. Selain itu, Bawaslu Jawa Tengah harus terbuka dan transparan sehingga bisa berjejaring dengan berbagai kalangan.

***

Nama : ANIK SHOLIHATUN, S.Ag, M.Pd
Tempat,tanggal lahir : Jepara, 20 April 1976
Jabatan : Koordinator Divisi Pengawasan
Email :

Sejak kecil hingga dewasa, Anik hidup di Jepara. Masa-masa sekolah dan kuliah ia habiskan di daerah kelahirannya. Kini, ia “berhijrah” ke Semarang karena mendapatkan amanah menjadi anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah periode 2018-2023. Separo lebih usianya bergelut di urusan kepemiluan.

Sejak 1999, Anik sudah menjadi salah satu relawan di Jaringan Rakyat Pemantau Pemilu (JPPR). Sejak itu ibu dua anak ini tak lepas dari kepemiluan: mulai dari menjadi PPS, PPK, KPU Jepara dua periode dan kini Bawaslu Jawa Tengah.

Di Bawaslu Jawa Tengah, ia menjadi Koordinator Divisi Pengawasan. Divisi ini sangat penting karena terkait dengan pencegahan dan pengawasan. Sektor pencegahan sangatlah penting untuk menangkal adanya potensi dugaan pelanggaran pemilu. Meski sangat penting, biasanya kerja-kerja pencegahan tidak begitu terlihat. Sebab, biasanya media massa baru tertarik memberitakan sesuatu jika sudah ada kasus. Bawaslu sendiri sangat mengutamakan pencegahan. Namun, jika pencegahan tidak bisa dilakukan maka tidak ada kata lain kecuali penindakan.

***

Nama : GUGUS RISDARYANTO, S.Sos., M.Si
Tempat,tanggal lahir : Banjarnegara, 3 April 1973
Jabatan : Koordinator Divisi Organisasi
Email :

Pepatah berkata: “pengalaman merupakan guru terbaik dalam kehidupan”. Begitu halnya dengan Gugus Risdaryanto. Pria kelahiran Banjarnegara  3 April 1973 ini bergelut di dunia kepemiluan sejak tahun 1999. Jejak rekam itu mengantarkan langkahnya hingga terpilih menjadi Anggota Bawaslu Jawa Tengah 2018-2023. Gugus diberi tugas sebagai Koordinator Divisi Organisasi.

Ia lulusan Magister Fakultas Imu Sosial dan Politik Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Saat jadi mahasiswa ia aktif di beberapa organisasi. Keaktifan pada organisasi kampus semasa kuliah menjadikan Gugus tertarik pada proses demokrasi di Indonesia.

Menjadi pengawas pemilu merupakan tantangan berat yang harus dihadapi. Tidaklah mudah menjaga sebuah komitmen kepada publik. “Hal yang menjadi tantangan berat bagi saya adalah komitmen pengawas pemilu itu sendiri, untuk menjaga sebuah integritas dan netralitas. Menjaga hubungan dengan semua peserta pemilu juga menjadi tantangan tersendiri,” kata Gugus.

Gugus berharap peran penyelenggara pemilu harus bisa mewujudkan visi dan misi dari Undang Undang terkait kepemiluan yang sudah dirancang sehingga dapat tercipta sebuah proses pemilihan yang luber, jurdil dan menghasilkan pemimpin yang sesuai dengan kriteria rakyat. “Kita harus all out untuk mengawal Pemilu ke depan. Harus bisa memberikan contoh bagaimana menjadi pengawas pemilu yang punya netralitas dan integritas,” kata Gugus.

Bawaslu Jateng harus terus meningkatkan kinerja yang lebih baik dan terbuka untuk menerima kritik serta saran dari publik demi kebaikan lembaga ke depan. Kunci sukses bagi Gugus Risdaryanto adalah menjadi pengawas yang memiliki integritas, netralitas, soliditas serta kapabilitas. Beberapa hal tersebut apabila dijiwai pada setiap pengawas pemilu kelak nantinya tujuan dari rangkaian proses penyelenggaran pemilu akan berhasil.

Prinsip hidup yang selalu ia pegang adalah: “Momentum itu penting. Tidak akan ada momentum yang terulang”. Prinsip ini mengajarkan kita semua untuk selalu melakukan segala apapun dengan totalitas dan sepenuh hati.

***