Galat basis data WordPress: [Table './jatengba_DN3w1/7p_wfhits' is marked as crashed and should be repaired]
SELECT MAX(attackLogTime) FROM 7p_wfhits

Pemilu 2024 Harus Ramah Disabilitas – Bawaslu Jawa Tengah
Scroll Top

Pemilu 2024 Harus Ramah Disabilitas

 

Ir Yuktiasih saat memberikan pemaparan materi

 

Semarang – Direktur Eksekutif Sejiwa Foundation, Ir Yuktasih Proborini menyoroti isu mengenai proses pemilu kedepan yang harus ramah dengan disabilitas. Aksesibilitas untuk kelompok disabilitas harus terjamin jelang pemilu 2024. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Kelompok Sasaran Disabilitas yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Senin (22 Februari 2022).

Yuktiasih menyatakan pemerintah harus peka khususnya kepada kebutuhan disabilitas untuk terlibat dalam pemilu. Menurutnya, proses pemilu yang terkait disabilitas sudah tecantum dalam Undang Undang Dasar 1945 dalam Pasal 28 ayat 1, sehingga ruang bagi disabilitas untuk terlibat sangat terbuka.

“Indonesia butuh disabilitas untuk membangun negeri ini, keterbatasan bukan berarti tidak ada kesempatan untuk ikut berkontribusi melalui pemilu, ini saatnya kita tampil untuk menjaga demokrasi kita,” ungkap Yuktiasih dihadapan 80 peserta disabilitas.

Pihaknya juga mencontohkan bahwa tidak semua penyandang tuna netra mampu membaca braile, sehingga ketika pemilih tersebut datang mencoblos ke TPS petugas KPPS harus mendata terlebih dahulu agar sigap dalam melayani pemilih dengan kondisi yang berbeda.

“KPU tidak perlu membuang anggaran tiap KPPS harus membuat template, namun TPS tertentu saja yang membuat braile disesuaikan dengan kemampuan disabilitas di masing-masing TPS. Hal ini tentu saja perlu pendataan yang lebih jeli,”tegas Yuktiasih.

Selain itu berkaitan dengan relawan demokrasi lembaga penyelenggara harus aktif mengajak warga disabilitas untuk berpartipasi menggunakan hak politiknya, serta memberikan ruang yang terbuka untuk disabilitas untuk hadir terlibat.

“Jemput bola pemilih disabilitas bahkan harus diperhatikan, jika ada pemilih yang terbaring sakit petugas KPPS terdekat harus ramah memberikan layanan yang baik. Hal ini memerlukam kejelian dari Bawaslu apakah hal seperti itu sudah dilakukan oleh KPU,” kata Yuktiasih.

Di akhir paparan,Yuktiasih menyarankan beberapa upaya mitigasi untuk pemilu kedepan seperti perbaikan data, pola komunikasi dan parpol yang juga harus bisa memberikan edukasi kepada pemilih.

 

Ibu Ir Yuktiasih Probo saat memberikan tantangan kepada peserta bercerita mengenai relawan demokrasi

 

 

Penulis : Yusuf

Editor : Arsyan

Foto : Bima

Humas Bawaslu Jateng

Leave a comment

Skip to content