Scroll Top

Bawaslu Tak Perlu Takut Tangani Pelanggaran, Selama Bekerja Sesuai Aturan

IMG_0440

Semarang – Pelaksanaan Rapat Evaluasi Gakkumdu Pemilu menjadi ruang untuk menyampaikan hasil kinerja ketiga pilar penanganan pelanggaran pidana Pemilu pada tahapan Pemilu 2024 di Jawa Tengah.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Achmad Husain merinci ada sejumlah 266 temuan dan 162 laporan sepanjang tahapan Pemilu 2024. Lebih lanjut hasil penanganan pelanggaran diantaranya 200 administrasi, 7 pidana, 33 kode etik, 31 pelanggaran hukum lainnya dan 181 bukan pelanggaran.

Husain juga menyoroti bahwa jajaran di Bawaslu Kabupaten Kota selalu ditekankan untuk tidak takut dalam menegakan kebenaran saat menghadapi adanya kasus/dugaan pelanggaran. Pihaknya selalu menekankan untuk pahami aturan dan regulasi bahkan pelajari secara berulang agar tidak salah persepsi.

“Tetap bekerja tak perlu takut diperkarakan asalkan kita sudah bekerja sesuai aturan main yaitu regulasi,” tegas Husain dihadapan peserta diskusi sesi kedua kegiatan Rapat Koordinasi Evaluasi Gakkumdu Pemilu 2024.

Lebih lanjut Husain juga menjelaskan secara rinci histori penanganan pelanggaran pidana pemilu sejumlah 110 berasal dari laporan/temuan dengan rincian 103 dihentikan ditingkat Bawaslu, 2 dihentikan Kepolisian dan 5 diputus di pengadilan.

“Dua dihentikan diantaranya 1 kasus perusakan APK dan kampanye ditempat pendidikan yang terjadi di Batang,” ungkapnya.

Menurut Husain ada tiga aspek yang perlu dievaluasi untuk perbaikan dalam penanganan pelanggaran kedepan diantaranya regulasi peraturan perundang – undangan, sumber daya manusia dan sarana prasarana.

Selain itu ada banyak tantangan bagi Husain untuk proses penanganan pelanggaran kedepan seperti ada beberapa aturan yang bersifat multitafsir dalam penegakan hukum misalnya pada pasal 188 UU Pilkada hanya tidak spesifik merujuk pada pasal 71 ayat (1) sehingga untuk membuktikan pasal 188 harus terpenuhi setiap unsur di pasal 71 ayat (1) hingga (6).

“Keterbatasan kewenangan Bawaslu, tahapan yang beririsan dan optimalisasi pendampingan oleh kejaksaan serta kepolisian juga jadi tantangan kedepan,” pungkas Husain saat ditemui disela kegiatan.

 

Kontributor : Yusuf

Leave a comment

Skip to content