Lompat ke isi utama

Berita

Animo Millenial Ikuti P2P Bawaslu Jateng Membludak

Animo Millenial Ikuti P2P Bawaslu Jateng Membludak
  SEMARANG- Animo generasi millennial di Jawa Tengah untuk terlibat dalam pengawasan partisipatif pada Pemilu 2024 cukup tinggi. Indikasinya terlihat dari minat millennial tersebut dalam seleksi pendaftaran calon peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) tingkat Provinsi Jawa Tengah. Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Jawa Tengah Nur Kholiq saat dimintai konfirmasi membenarkan hal tersebut. “Total kuotanya hanya 70 orang. Tapi jumlah pendaftar sampai penutupan seluruhnya mencapai 126 orang. Rinciannya, laki-laki 62 dan Perempuan 64 orang,” ujarnya. Saat ini, lanjutnya, panitia sedang melakukan proses seleksi berdasarkan sejumlah ketentuan. Utamanya sesuai dengan kebutuhan dan tema yang diangkat pada kegiatan P2P kali ini. Yakni focus pada pengawasan konten di internet, terutama pada tahapan kampanye. Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah Muhammad Amin saat dimintai konfirmasi menjelaskan, animo pendaftar P2P tersebut menjadi salah satu bukti kecil bahwa para pemuda di Jawa Tengah punya kepedulian terhadap pengawasan pemilu. Dijelaskan Amin, P2P sesuai dengan Perbawaslu Nomor 2 tahun 2023 tentang Pengawasan Partisipatif merupakan salah satu dari enam instrument atau bentuk pengawasan partisipatif. “Pelaksanaan P2P ini tidak lain merupakan pelaksanaan dari tugas konstitusional yang diamanatkan Undang-undang Nomor 7 tahun 2017,” katanya. Lebih lanjut dijelaskan Amin, pada pelaksanaan P2P kali ini, Bawaslu Provinsi Jawa Tengah memfokuskan pada tema pengawasan konten di internet. Pilihan ini tentu bukan tanpa sebab. Menurutnya, pengawasan konten di internet menjadi tantangan tersendiri pada Pemilu 2024, utamanya pada tahapan kampanye. “Potensi hoak, ujaran kebencian, politisasi SARA cukup besar dan disebarluaskan melalui internet. Maping inilah yang kemudian membuat kami mendorong agar P2P ini menggerakan partisipasi anak-anak muda agar bersedia terlibat dalam pengawasan partisipatif,” katanya. Untuk penguatan kapasitas dan kemapuan peserta, sambungnya, Bawaslu Jawa Tengah menghadirkan narasumber-narasumber yang kompeten di bidangnya. Beberapa di antaranya dari Mafindo, konten kreator, divisi cyber Polda Jateng, dronemprit. “Beberapa waktu lalu kami sudah menyusul modul Bersama sepuluh fasilitator. Harapannya P2P yang dilaksanakan 1 – 3 Nopember di Salatiga nanti berjalan sukses dan menghasilkan kader-kader handal sebagai relawan pengawas partisipatif. Ini juga bagian dari pencegahan,” tandasnya.
toast

Media Sosial

news

Lokasi Bawaslu Provinsi

tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle
tanya

Konsultasi
Hukum Kepemiluan

Tanyakan right-circle