Bawaslu Jateng Evaluasi Pengawasan Logistik Pemilu 2024, Rumuskan Strategi Pengawasan Logistik Pemilihan Serentak
humas
|
Minggu, November 10, 2024 - 21:52
Wonosobo – Bawaslu Jawa Tengah menggelar kegiatan Evaluasi Pengawasan Logistik Pemilu di Kantor Bawaslu Kabupaten Wonosobo pada Minggu sore (10/11/2024). Kegiatan ini dihadiri oleh 70 peserta dari 35 perwakilan Bawaslu Kabupaten/Kota di Jawa Tengah dan bertujuan untuk memperkuat kesiapan pengawasan logistik pada Pemilihan Serentak 2024.
Anggota Bawaslu Jawa Tengah, Muhammad Rofiuddin menyatakan bahwa pengawasan logistik menjadi aspek penting dalam memastikan pemilu dan pemilihan berjalan lancar dan akuntabel.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan logistik, mulai dari perencanaan hingga distribusi, telah sesuai standar dan siap diawasi secara maksimal. Evaluasi ini diharapkan mampu mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dan mempersiapkan strategi pengawasan yang lebih matang pada pemilihan serentak yang sebentar lagi akan digelar pada 27 November nanti,†ujar Rofi pada sesi pembukaan.
Selain menjadi wadah untuk melakukan evaluasi pengawasan logistik pemilu dan perumusan strategi pengawasan logistik pemilihan serentak, Rofi menjelaskan bahwa Bawaslu Jawa Tengah ingin mengukur sejauh mana pengawasan logistik yang telah dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten/Kota sampai dengan saat ini. Keberadaan logistik yang sudah sampai di Kabupaten/Kota tentu membutuhkan perhatian lebih dari Bawaslu Kabupaten/Kota untuk memastikan logistik di masing-masing wilayah telah sesuai prinsip. Prinsip pengawasan logistik antara lain adalah tepat jumlah, tepat jenis, tepat sasaran, tepat waktu, tepat kualitas, dan efisien.
"Bapak/Ibu wajib menghitung mandiri kebutuhan logistik di masing-masing wilayah, khususnya surat suara sesuai dengan rumus dan aturan yang berlaku. Sandingkan hasil perhitungan tersebut dengan KPU Kabupaten/Kota untuk memastikan tidak terjadi kekurangan surat suara saat hari-H," terang Rofi.

Selain pengarahan dari Anggota Bawaslu Jawa Tengah, pada kegiatan tersebut juga dilakukan diskusi antar peserta kegiatan. Para peserta kemudian diwajibkan untuk mengidentifikasi beberapa kendala yang kerap muncul, seperti keterlambatan distribusi logistik ke wilayah-wilayah terpencil dan keamanan kotak suara selama perjalanan.
Ada peserta yang juga menyampaikan kendala berupa kesulitan koordinasi dengan pihak KPU di wilayahnya. Rofi menjelaskan bahwa kendala tersebut sudah diteruskan kepada KPU Provinsi untuk diberikan pengarahan. Rofi berpesan kepada para peserta lain apabila menemui kesulitan serupa bisa menyampaikan kepada Bawaslu Jawa Tengah. Koordinasi KPU dan Bawaslu menjadi kunci penting dalam memastikan kelancaran logistik Pemilihan Serentak 2024.

Dengan adanya evaluasi ini, Bawaslu Jateng berharap seluruh pengawas di tingkat kabupaten/kota siap menghadapi tantangan logistik pada Pemilu 2024 dari hulu hingga hilir. Bawaslu Jateng melalui Rofi menegaskan komitmen untuk memastikan setiap tahapan logistik berjalan sesuai aturan dan terpantau dengan baik demi suksesnya Pemilihan Serentak 2024.