Bawaslu Jateng Gelar Rapat Konsolidasi Pengawasan Jelang Hari Pemungutan Suara
|
Sukoharjo – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah menggelar Rapat Konsolidasi Pengawasan Tahapan Pemungutan Suara dan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilihan 2024 bertempat di Hotel Grand Mercure Solo Baru. Acara yang dimulai pada hari Senin (4/11/2024) ini dihadiri oleh 270 peserta, terdiri dari jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota, jajaran anggota KPU Kabupaten/Kota, serta staf internal Bawaslu Jawa Tengah.
Rapat ini bertujuan untuk menyatukan persepsi seluruh jajaran pengawas dalam menjalankan pengawasan secara profesional dan akuntabel pada tahapan pemungutan suara dan rekapitulasi suara Pemilu 2024 serta meningkatkan kapasitas pengawas dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Ketua Bawaslu Jawa Tengah, Muhammad Amin dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting untuk memastikan pengawasan pemilu dapat berjalan secara optimal dan mengantisipasi berbagai potensi permasalahan yang mungkin terjadi di lapangan menjelang tahapan pemungutan suara dan rekapitulasi hasil penghitungan suara.
"Tahap pemungutan suara merupakan babak final bagi para peserta pemilihan, tentunya kondisi politik di Jawa Tengah pasti akan semakin memanas. Bapak/Ibu harus mampu mengidentifikasi potensi masalah-masalah di tahapan ini sekaligus merumuskan antisipasi-antisipas yang diperlukan,†ujar Amin.
Amin juga menjelaskan menjelang tahapan pemungutan suara di Jawa Tengah, pelanggaran-pelanggaran pemilihan menjadi salah satu potensi kerawanan yang perlu diredam segara. Hingga saat ini, Bawaslu Provinsi Jawa Tengah Bersama Bawaslu Kabupaten/Kota telah menangani banyak kasus pelanggaran pemilihan, khususnya kasus netralitas. Kasus netralitas telah ditangani secara professional sesuai dengan prosedur yang ada.
"Potensi pelangggaran menjelang tahapan pemungutan suara menjadi salah satu kendala yang wajib bisa kita deteksi secara tepat dan akurat. Pelanggaran pemilihan yang dilakukan peserta pemilu seperti money politic atau intimidasi menjadi salah satu pelanggaran dengan kemungkinan paling tinggi yang muncul pada saat hari H nanti," jelas Amin.
Kegiatan yang direncanakan berlangsung selama tiga hari ini difokuskan pada sesi-sesi pengisian materi, termasuk pemaparan teknis terkait prosedur pengawasan, pembahasan tentang identifikasi potensi pelanggaran, hingga strategi manajemen krisis untuk menghadapi kemungkinan sengketa yang muncul pada hari pemungutan suara.
Selain itu, peserta diberikan materi mengenai pelatihan media monitoring dan manajemen krisis. Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat Bawaslu Kabupaten/Kota dalam merespons isu-isu yang berkembang selama tahapan pemungutan suara. Dalam sesi ini, peserta diberikan materi mengenai tata cara mengelola informasi publik secara cepat dan tepat untuk menjaga kredibilitas Bawaslu di mata masyarakat.
Dengan rapat konsolidasi ini, Bawaslu Jawa Tengah berharap setiap pengawas di wilayahnya semakin siap menjalankan tugas secara profesional, menjaga integritas pemilu, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap pelaksanaan Pemilihan Serentak 2024.
“Pengawasan yang kita lakukan adalah untuk menjaga hak suara setiap warga negara, sekaligus memastikan Pemilu yang adil dan transparan. Semoga rapat ini memberikan bekal yang maksimal untuk tugas-tugas kita ke depan,†tutup Amin.