Kader SKPP Jawa Tengah Inisiasi Gerakan Bersama Pengawasan Partisipatif
|
Semarang – Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Jawa Tengah melaksanakan kegiatan dialog pemilu dan demokrasi bersama para kader SKPP (Sekolah Kader Pengawas Partisipatif) Jumat, 9 September 2022 secara daring. Terdapat 81 peserta hadir yang terdiri dari alumni SKPP tahun 2021, 2020 hingga 2021.
Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah M. Fajar Subhi A.K. Arif hadir sekaligus membuka acara. Fajar menyampaikan bahwa forum dialog pemilu dan demokrasi bertujuan untuk menyapa para alumni SKPP Jawa Tengah antar angkatan. Selain itu, forum dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi terkait kepemiluan sekaligus diskusi perkembangan kegiatan alumni SKPP di Jawa Tengah.
“Forum kali ini diharapkan dapat merumuskan apa yang bisa kita kerjakan bersama berkaitan dengan pemilu dan demokrasi†imbuhnya.
Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Jateng Anik Sholihatun menyampaikan maksud dan tujuan terselenggaranya dialog pemilu dan demokrasi. Pertama, Bawaslu Jawa Tengah telah membangun portal untuk para alumni SKPP saling berinteraksi dan berdiskusi. Kedua, mengingatkan kembali komitmen kader SKPP terkait kegiatan-kegiatan pengawasan partisipatif. Ketiga, menyamakan persepsi antar kader SKPP. Keempat, melaporkan kegiatan alumni SKPP dan Komunitas alumni SKPP.
Anik menyampaikan bahwa di Jawa Tengah telah terbentuk 21 komunitas alumni SKPP di Bawaslu Kabupaten/Kota, yakni: Garasi Kendal (Gerakan Rakyat Mengawasi), Rotasi Batang (Roban Batang Siap Mengawasi), KPK Klaten (Kader Pengawas Klaten), Gempar Kota Semarang (Gerakan Masyarakat Partisipatif), Fondasi Demak (Forum Kajian Demokrasi Demak), MILISI Kota Surakarta (Milinial Mengawasi), Titisan Magelang (Titik Pengawasan), JP3 Pati (Jaringan Pengawas Partisipatif), Parabo Wonosobo (Partisipasi Masyarakat Wonosobo), Formasi Brebes (Forum Masyarakat Kawal Demokrasi), Komppas Sragen (Komunitas Pengawas Partisipatif Sragen), Pijar Jepara (Pengawas Partisipatif Jepara), Gas Loer (Gerakan Awasi Pemilu oleh Rakyat), Batif Banyumas (Banyumas Partisipatif), Jalu Grobogan (Jaringan Partisipatif Pemilu Grobogan), Kompar Purworejo (Komunitas Partisipatif Purworejo), Forlipp Pemalang (Forum Literasi Pengawas Partisipatif), Apem Cilacap (Awasi Pemilu Cilacap, Alumni SKPP Kudus, Pengawas Partisipatif Rembang, dan Pengawas Partisipatif Blora.
Sementara itu para alumni SKPP menyampaikan pengalaman selama ikut melakukan pengawasan pemilu dan pemilihan saat menjadi penyelenggara adhoc dan menyampaikan kegiatan-kegiatan yang telah berlangsung selama mendirikan komunitas alumni SKPP.
“Saya sendiri sangat bersyukur dapat berkesempatan menjadi paswascam dalam pilkada 2020, banyak hal-hal menarik. Terlebih materi-materi yang disampaikan pada saat pelatihan relate dengan kerja-kerja pengawasan saat itu†Kata Sulma alumni SKPP tahun 2019 dari Kabupaten Semrang.
Fathurrohman alumni SKPP tahun 2021 dari Kabupaten Brebes sekaligus koordinator Formasi juga menyampaikan bahwa Formasi telah melaksanakan kegiatan sekolah demokrasi beberapa kali, hanya saja Formasi tidak dapat berjalan sendiri karena belum memiliki legalitas sehingga melibatkan OKP, Kesbangpol dan Bawaslu untuk melaksanakan kegiatan. Sehingga, kedepan perlu untuk melegalkan komunitas-komunitas alumni SKPP yang ada di Jawa Tengah.
Disampaikan juga oleh Shifa alumni SKPP dari Kabupaten Pemalang menyampaikan bahwa perlu adanya gerakan bersama antar alumni SKPP tiap angkatan, gerakan tersebut nantinya dapat juga sebagai gerakan percontohan di Jawa Tengah. Selain itu juga perlu adanya pertemuan lanjutan.
Anik menanggapi memsukan-masukan dari alumni SKPP, sehingga dialog pemilu demokrasi menghasilkan beberapa catatan untuk dibahas lebih lanjut, yakni: Pertama, gerakan bersama alumni SKPP untuk menyampaikan pesan-pesan kepemiluan dan demokrasi. Kedua, tindak lanjut terkait fasilitasi kader SKPP baik di Bawaslu Provinsi mapun Bawaslu Kabupaten/Kota. Ketiga, peran alumni SKPP selain sebagai pemantau pemilu juga diposisikan sebagai pengawas partisipatif yang dapat menyampaikan informasi-informasi kepada bawaslu. Keempat, Bawaslu Provinsi akan melebur group alumni menjadi satu kanal.
Penulis : Sani