Peluncuran Buku: "Catatan Dari Daerah" Penanganan Pelanggaran Pemilu 2019 di Jawa Tengah
|
Semarang - Buku berjudul: "Catatan dari Daerah: Penanganan Pelanggaran Pemilu 2019 di Jawa Tengah†diluncurkan pada Senin (14 Desember 2020). Kegiatan launching dihadiri Ketua Bawaslu Republik Indonesia Abhan.
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Jateng Sri Wahyu Ananingsih menyatakan buku ini merupakan rangkuman berbagai suka duka dalam penanganan pelanggaran yang terjadi sepanjang Pemilu 2019 di wilayah Jawa Tengah.
“Terbitnya buku ini bertujuan sebagai catatan kinerja Bawaslu sehingga dapat mengenalkan kepada publik bagaimana Bawaslu saat melakukan penanganan sebuah kasus dalam pemilu,†kata Ana.
Dalam kesempatan itu Ananingsih juga mengucapkan banyak terimakasih atas berbagai cerita yang telah ditulis oleh Kabupaten/Kota. Pengerjaan buku ini tuntas selama satu tahun dimulai dari proses pengumpulan tulisan, layout, editing dan proses cetak. "Buku ini akan menjadi pemantik karya selanjutnya yang lebih baik dan bisa menggambarkan peristiwa secara lebih mendalam" kata Ana.
Buku yang berjumlah 280 halaman ini menyajikan 35 judul tentang upaya Bawaslu Kabupaten/Kota menuntaskan sebuah kasus pelanggaran yang terjadi.
Rukardi, wartawan Suara Merdeka selaku editor buku ini menyambut baik kepada jajaran Bawaslu karena memiliki ketertarikan dalam dunia tulisan.
Menurut Rukardi menulis merupakan bukti yang akan terus abadi untuk dikenang. "Memahami berbagai aturan hukum agar menjadi bahasa yang nyaman untuk dibaca menjadi tantangan tersendiri untuk dipecahkan sehingga perlu koordinasi secara intens dengan Bawaslu," ungkap Rukardi.
Abhan menyatakan karya buku menjadi sesuatu yang sangat penting untuk mengabadikan peristiwa. Apalagi, Pemilu 2019 digelar secara serentak dengan lima surat suara. Sebelumnya belum pernah ada pemilu di Indonesia dengan keserentakan lima surat suara.
Abhan juga menyebut Pilkada tahun 2020 saat ini juga penting diabadikan melalui tulisan. Apalagi, Pilkada 2020 ini dilakukan dengan cara yang berbeda tentu memiliki cerita tersendiri dalam melakukan penanganan pelanggaran di masa pandemi yang bisa didokumentasikan menjadi sebuah karya tulisan.
"Oleh karena itu saya berharap ini bukan buku pertama dan terakhir namun akan ada karya selanjutnya dengan konten yang terus bervariasi," ungkap Abhan.
Selain itu Pria Kelahiran Pekalongan ini juga mengajak seluruh jajaran pengawas di Jawa Tengah agar terus memiliki semangat berkreasi dan bisa menginspirasi bagi daerah lain untuk menuliskan apa yang telah dikerjakan.
Humas Bawaslu Jateng