Bawaslu Ajak Warga Bandongan Aktif Awasi Pemilu, Achmad Husain: Jangan Takut Melapor!
|
Pengawasan pemilu tidak cukup hanya mengandalkan kerja penyelenggara. Partisipasi masyarakat menjadi salah satu kunci untuk memastikan proses demokrasi berjalan jujur dan berintegritas. Karena itu, masyarakat didorong tidak hanya datang ke tempat pemungutan suara, tetapi juga berani mengawasi dan melaporkan setiap dugaan pelanggaran.
Pesan tersebut disampaikan Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Achmad Husain, dalam kegiatan Sosialisasi dan Evaluasi Pengawasan Partisipatif di Kabupaten Magelang yang berlangsung di Kecamatan Bandongan, Jumat (30/10/2026).
Husain menegaskan, masyarakat tidak perlu ragu untuk melaporkan apabila menemukan dugaan pelanggaran pemilu. Menurutnya, keberanian masyarakat untuk menyampaikan laporan merupakan bentuk kepedulian terhadap kualitas demokrasi.
"Jangan takut untuk melapor jika menemukan dugaan pelanggaran. Pengawasan pemilu bukan hanya menjadi tugas Bawaslu, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat," ujar Husain.
Selain mendorong keberanian melapor, Husain mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat diminta tidak mudah percaya maupun terpancing oleh berita yang tidak jelas sumber dan kebenarannya.
"Bijaklah dalam bermedia sosial. Jangan mudah terpancing dengan berita-berita yang tidak jelas sumbernya. Pastikan informasi yang diterima benar sebelum ikut menyebarkannya," katanya.
Husain juga menyoroti pentingnya partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilih. Ia mengajak warga untuk tidak golput karena setiap suara memiliki arti dalam menentukan arah kepemimpinan dan masa depan demokrasi.
"Jangan golput. Satu suara sangat menentukan. Partisipasi masyarakat tidak berhenti ketika datang ke TPS dan memberikan suara, tetapi juga bisa diwujudkan dengan mengawasi jalannya pemilu secara mandiri," tutur Husain.
Menurutnya, pengawasan partisipatif harus tumbuh menjadi kesadaran bersama. Masyarakat dapat mengambil peran dengan mengenali potensi pelanggaran, berani menyampaikan laporan, serta menjaga ruang digital dari penyebaran informasi yang menyesatkan.
Melalui kegiatan sosialisasi dan evaluasi tersebut, Bawaslu berharap kesadaran masyarakat Kabupaten Magelang terhadap pentingnya pengawasan pemilu semakin meningkat. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi objek dalam proses demokrasi, tetapi juga menjadi bagian aktif yang turut menjaga integritas penyelenggaraan pemilu.
Humas Bawaslu Jawa Tengah