28 Perguruan Tinggi Jawa Tengah Ikuti Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI Tahun 2026, Bawaslu Jateng Beri Apresiasi
|
SEMARANG – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah memberikan apresiasi kepada seluruh perguruan tinggi asal Jawa Tengah yang berpartisipasi dalam Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI Tahun 2026. Keikutsertaan puluhan perguruan tinggi tersebut menjadi bukti tingginya komitmen dunia akademik dalam memperkuat pemahaman mengenai demokrasi, kepemiluan, dan penegakan hukum pemilu.
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Achmad Husain, menyampaikan bahwa antusiasme perguruan tinggi di Jawa Tengah merupakan modal penting dalam membangun budaya demokrasi yang berintegritas di kalangan generasi muda.
"Kami mengapresiasi antusiasme perguruan tinggi di Jawa Tengah yang telah mendaftarkan diri dalam Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI Tahun 2026. Partisipasi ini menunjukkan tingginya kepedulian kalangan akademisi terhadap penguatan demokrasi dan penegakan hukum pemilu. Semoga seluruh peserta mampu menampilkan kemampuan terbaiknya, membawa pulang prestasi, sekaligus mengharumkan nama Jawa Tengah di tingkat nasional," ujar Achmad Husain.
Kompetisi tahunan yang menjadi ajang edukasi dan penguatan kapasitas di bidang hukum pemilu bagi kalangan mahasiswa ini akan mempertemukan 24 perguruan tinggi pada tingkat nasional. Jumlah tersebut terdiri atas satu perguruan tinggi juara pertama Kompetisi Debat PHP IV Tahun 2024 serta 23 perguruan tinggi yang dinyatakan lolos melalui tahapan eliminasi.
Berdasarkan data pendaftaran, Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi dengan jumlah peserta terbanyak. Tercatat 28 perguruan tinggi telah mendaftarkan diri untuk mengikuti Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI Tahun 2026, yaitu:
1. STAI Mulia Astuti Wonogiri
2. UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan
3. UIN Sunan Kudus
4. UIN Walisongo Semarang
5. Universitas Diponegoro
6. UIN Salatiga
7. Universitas Jenderal Soedirman
8. Universitas Katolik Soegijapranata
9. Universitas Muhammadiyah Gombong
10. Universitas Muhammadiyah Purworejo
11. Universitas Muhammadiyah Surakarta
12. Universitas Muria Kudus
13. Universitas Negeri Semarang
14. Universitas Ngudi Waluyo
15. Universitas Pekalongan
16. Universitas Sains Al-Qur'an (UNSIQ)
17. Universitas Sebelas Maret
18. Universitas Slamet Riyadi
19. Universitas Sragen
20. Universitas Surakarta
21. Universitas Tidar
22. Institut Islam Nahdlatul Ulama
23. UIN Raden Mas Said Surakarta
24. Universitas Harapan Bangsa
25. Universitas Peradaban
26. Universitas Safin Pati
27. Universitas Sugeng Hartono
28. Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia
Sesuai revisi pedoman penyelenggaraan, ke-28 perguruan tinggi tersebut akan mengikuti Tahapan Eliminasi Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 28–31 Juli 2026. Perguruan tinggi yang lolos dari tahapan ini akan diumumkan pada 1 Agustus 2026, sebelum melanjutkan ke kompetisi tingkat regional.
Achmad Husain berharap kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk memperdalam pemahaman mengenai hukum pemilu dan demokrasi.
"Melalui kompetisi ini, mahasiswa dapat mengasah kemampuan berpikir kritis, menyusun argumentasi hukum, dan menawarkan solusi terhadap berbagai persoalan kepemiluan. Kami berharap pengalaman ini menjadi bekal bagi lahirnya generasi muda yang memiliki integritas dan kepedulian terhadap demokrasi," tambahnya.
Tahapan regional akan diawali dengan Technical Meeting pada 3 Agustus 2026, kemudian dilanjutkan pelaksanaan kompetisi Regional Timur pada 18–21 Agustus 2026, Regional Tengah pada 20–22 Agustus 2026, dan Regional Barat pada 22–25 Agustus 2026. Selanjutnya, peserta yang lolos akan diumumkan pada 26 Agustus 2026 untuk mengikuti Technical Meeting tingkat nasional pada 28 Agustus 2026, sebelum bertanding pada Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu VI Tingkat Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 20–25 September 2026.
Bawaslu Provinsi Jawa Tengah menyatakan komitmennya untuk terus mendorong partisipasi aktif kalangan akademisi dalam penguatan demokrasi melalui berbagai kegiatan edukatif, termasuk Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu.
"Kami mendoakan seluruh perwakilan perguruan tinggi dari Jawa Tengah dapat memberikan performa terbaik, bersaing secara sportif, dan mengharumkan nama Jawa Tengah di tingkat nasional. Apa pun hasilnya nanti, semangat untuk terus belajar dan berkontribusi dalam penguatan demokrasi adalah kemenangan yang sesungguhnya," tutup Achmad Husain.
Humas Bawaslu Jawa Tengah