Bawaslu Ingatkan Jajaran untuk Jalin Kerja Sama Antar Lembaga dengan baik
|
Sukoharjo, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Anggota Bawaslu Totok Hariyono mengingatkan perlu menjalin kerja sama dengan seluruh elemen agar menjaga pemilu berjalan demokratis. Untuk itu menurutnya, perlu berbagai inovasi dalam kerja sama antarkelembagaan.
"Bawaslu harus menjaga 'spirit' menjaga pemilu yang berkualitas. Itu sebagai cinta kepada bangsa. Untuk itu, kita perlu mencintai apa yang kita kerjakan," katanya saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Hubungan Antarlembaga untuk Optimalisasi Pengawasan Pemilu Serentak Tahun 2024 yang diselenggarakan Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (4/10/2023) malam.
Dia mengungkapkan, pidato Bung Karno yang bertemakan seluruh Nusantara berjiwa republik pada 17 Agustus 1948 mengingatkan arti cinta kepada tanah air. "Karena itu, hubungan lembaga harus didasarkan rasa cinta," ungkap Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu ini.
Totok meminta untuk menjalin kerja sama dengan seluruh elemen bangsa agar tidak terjadi disharmoni. Untuk itu, lanjutnya, pengawas pemilu harus bisa menjaga, mencegah, dan mengawasi pemilu dari berbagai masalah yang ada.
Mantan Anggota Provinsi Bawaslu Jawa Timur ini meyakinkan, jajaran divisi pencegahan pengawas pemilu harus merasa resah apabila ada yang membuat pemilu menjadi tak nyaman.
"Selalu saya katakan pemilu itu kompetesi antara calon-calon negarawan, bukan musuh. Untuk menjadi lebih baik selalu ada inovasi-inovasi kerja sama antarkelembagaan," sebutnya di hadapan 636 peserta pimpinan Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Indonesia terundang.
Selain itu, Totok berharap seluruh pengawas pemilu dapat memaksimalkan peran sesuai mandat kewenangan dalam mencegah, mengawasi, menindak, dan menyelesaikan sengketa proses pemilu. "Ini divisi pencegahan sebagai garda terdepan. Karena itu, upaya mencegah terjadinya pelanggaran pemilu sebagai pemantik dan simbol bahwa kita bekerja menjaga pemilu lebih demokratis," tuturnya.
Sebelumnya anggota Bawaslu Jawa Tengah saat sambutan selamat datang pada acara tersebut menerangkan bahwa kondisi Jawa Tengah sangat kompleks dengan jumlah DPT kurang lebih 28,2 juta pemilih dengan jumlah kecamatan 537 wilayah membuat pengawasan pada pemilu 2024.
" Melihat kondisi jumalh daftar pemilih dengan luas wilayah yang Jawa Tengah miliki pengawasan pemilu dan pilihan serentak 2024 tidak sederhana serta butuh kerja keras dan koordinasi yang baik antar jajaran dari provinsi hingga jajaran adhoc didaerah untuk mewujudkan kondusifitas pemilu 2024", ungkap Nur Kholik
Penulis/Foto : Bayubijag
Totok meminta untuk menjalin kerja sama dengan seluruh elemen bangsa agar tidak terjadi disharmoni. Untuk itu, lanjutnya, pengawas pemilu harus bisa menjaga, mencegah, dan mengawasi pemilu dari berbagai masalah yang ada.
Mantan Anggota Provinsi Bawaslu Jawa Timur ini meyakinkan, jajaran divisi pencegahan pengawas pemilu harus merasa resah apabila ada yang membuat pemilu menjadi tak nyaman.
"Selalu saya katakan pemilu itu kompetesi antara calon-calon negarawan, bukan musuh. Untuk menjadi lebih baik selalu ada inovasi-inovasi kerja sama antarkelembagaan," sebutnya di hadapan 636 peserta pimpinan Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Indonesia terundang.
Selain itu, Totok berharap seluruh pengawas pemilu dapat memaksimalkan peran sesuai mandat kewenangan dalam mencegah, mengawasi, menindak, dan menyelesaikan sengketa proses pemilu. "Ini divisi pencegahan sebagai garda terdepan. Karena itu, upaya mencegah terjadinya pelanggaran pemilu sebagai pemantik dan simbol bahwa kita bekerja menjaga pemilu lebih demokratis," tuturnya.
Sebelumnya anggota Bawaslu Jawa Tengah saat sambutan selamat datang pada acara tersebut menerangkan bahwa kondisi Jawa Tengah sangat kompleks dengan jumlah DPT kurang lebih 28,2 juta pemilih dengan jumlah kecamatan 537 wilayah membuat pengawasan pada pemilu 2024.
" Melihat kondisi jumalh daftar pemilih dengan luas wilayah yang Jawa Tengah miliki pengawasan pemilu dan pilihan serentak 2024 tidak sederhana serta butuh kerja keras dan koordinasi yang baik antar jajaran dari provinsi hingga jajaran adhoc didaerah untuk mewujudkan kondusifitas pemilu 2024", ungkap Nur Kholik
Penulis/Foto : Bayubijag